Pages

Subscribe:
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

1.14.2009

Dibalik Dua Tahun Baru

Akhir tahun 2008 M ini memang uniksengihnampakgigi, pada tanggal 29 Desember 2008 dimulailah tahun baru versi Hijriah, kalender Islam. Saat itu tepat tanggal 1 Muharam tahun 1430 H. Tahun baru yang insya Allah memiliki makna sangat berbeda bagi saya pribadi dibanding tahun-tahun baru Islam sebelumnya.

Berselang 2 hari datanglah tahun baru yang kedua, tahun baru Masehi tepat 1 Januari 2009. Seperti tahun-tahun sebelumnya momen ini saya usahakan semaksimal mungkin untuk melakukan refleksi atas apa yang sudah dilakukan selama 1 tahun yang akan lewat, kemudian mencoba membuat resolusi untuk diri saya di tahun selanjutnya. Tidak gampang memaksa diri melakukannya, perlu investasi waktu walau sejenak untuk memaksa diri kita merenung, mengevaluasi dan memeras otak dan hati untuk menyimpulkan dan menelurkan tekad baru. Alhamdulillah beberapa tahun ini saya berhasil melakukannya. Tahun ini? Saya sedang berusaha :-) Bagaimana dengan anda?

Beberapa SMS masuk ke ponsel saya mengucapkan selamat tahun baru Hijriah, sebagian besar ucapan-ucapan yang masuk sungguh penuh makna dan menggugah hati. Namun belum ada yang saya balas karena saya sedang berusaha untuk mencari ucapan yang baik untuk memberi selamat pada teman-teman sesama muslim dalam menyambut tahun baru yang semakin banyak "dirayakan" ini.

Kalau tahun baru Masehi secara tradisional menggunakan ucapan "happy new year" dan biasanya diikuti dengan iming-iming semoga sukses di tahun baru, maka untuk tahun baru Islam ini tampak nuansa berbeda. Ada ucapan yang mendoakan adanya peningkatan keimanan dan ketaqwaan, ada juga yang mendoakan rezeki yang lebih banyak, dll. Secara umum saya melihat adanya upaya menyeimbangkan persepsi glamour di penyambutan tahun baru Masehi dengan sesuatu yang lebih dalam maknanya di tahun baru Hijriah, yang lebih menyentuh kalbu dan aspek spiritualitas diri. Sesuatu yang tentu saja sangat positif, apalagi karena tahun ini, kedua tahun baru datang bersamaan. Sungguh unik dan harus kita syukuri.

Secara pribadi, saya sendiri berharap bahwa kedepan bisa lebih banyak memasukkan aspek-aspek yang berkaitan dengan syiar agama kedalam apapun yang saya lakukan di dunia ini, sesuatu yang hampir tidak saya lakukan sebelum ini. Ini oleh-oleh paling berharga dari ibadah haji yang baru saja saya laksanakan. Hampir 40 tahun hidup di dunia, namun kontribusi nyata saya untuk agama dan umat saya rasakan masih terlalu sedikit, insya Allah kedepan hal ini bisa berubah signifikan. Kalau menggunakan acuan umur Rasulullah, maka saya masih punya waktu 20an tahun untuk berbuat sesuatu, waktu yang sangat pendek :-(

Harusnya, kalau saya konsisten, 2 tahun baru dengan 2 resolusi dan tekad ini mustinya bisa jadi bahan bakar yang cukup untuk membuat diri saya "meluncur" lebih cepat setahun kedepan. Semoga Allah SWT memberi jalan, cahaya penerang dan kemudahan dalam mewujudkan tekad saya tersebut... Amin.

Update: Ternyata tidak hanya ada 2 tahun baru pada saat bersamaan, namun 3! Saya baru saja diberitahu bahwa persis di tahun baru Islam tahun ini, jatuh juga tahun baru kalender Jawi. Luar biasa unik. Namun judul blog post ini tetap relevan karena bagi saya dan juga mungkin banyak orang yang lain, tahun Jawi tidak banyak dipakai.

Selamat tahun baru Jawi bagi siapapun yang menggunakannya.
READ FULL ARTICLE - Dibalik Dua Tahun Baru

12.21.2008

Kepergianmu

rosAir matamu mengiris hatiku halus
kuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat
terlihat ketakutan kehilangan akan nafasmu
nafasmu yang mengalir dalam nafasku

rosKubelai rambutmu dengan kelembutan angin malam
terasa getaran menyatu diujung jari-jari
tak kuasa menahan gejolak kasih
limpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi

rosTak akan kutinggalkan hatimu yang manangis pilu
telah terpatri janji pada kedalaman nurani
akan ikut menyatu kegalauan kasih dalam derita
meski kekuatan malam hendak meragaslove
READ FULL ARTICLE - Kepergianmu

12.14.2008

Kisah Cinta

Alkisah, di suatu pulau kecil tinggallah berbagai benda abstrak ada CINTA, kesedihan, kegembiraan, kekayaan, kecantikan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.

Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik membasahi kakinya.

Tak lama CINTA melihat kekayaan sedang mengayuh perahu, “Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!,” teriak CINTA “Aduh! Maaf, CINTA!,” kata kekayaan “Aku tak dapat membawamu serta nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.” Lalu kekayaan cepat-cepat pergi mengayuh perahunya. CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya kegembiraan lewat dengan perahunya. “Kegembiraan! Tolong aku!,” teriak CINTA. Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak dapat mendengar teriakan CINTA. Air semakin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik.

Tak lama lewatlah kecantikan “Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!,” teriak CINTA “Wah, CINTA kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu pergi. Nanti kau mengotori perahuku yang indah ini,” sahut kecantikan. CINTA sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itulah lewat kesedihan “Oh kesedihan, bawlah aku bersamamu!,” kata CINTA. “Maaf CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..,” kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. CINTA putus asa.

Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara “CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!” CINTA menoleh ke arah suara itu dan cepat-cepat naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, CINTA turun dan perahu itu langsung pergi lagi. Pada saat itu barulah CINTA sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa yang menolongnya. CINTA segera bertanya pada penduduk pulau itu. “Yang tadi adalah WAKTU,” kata penduduk itu “Tapi, mengapa ia menyelamatkan aku? Aku tidak mengenalinya. Bahkan teman-temanku yang mengenalku pun enggan menolong” tanya CINTA heran “Sebab HANYA WAKTULAH YANG TAHU BERAPA NILAI SESUNGGUHNYA DARI CINTA ITU”

READ FULL ARTICLE - Kisah Cinta

12.05.2008

Tak Ada Judul

Jadilah seperti bintang
Selalu cerah tersenyum merekah
Terang ceria menyenangkan
Membawa ketenangan bila memandang

Jangan seperti mendung
Datang dengan wajah kusut
Bahkan,.,.,., Bahkan,.,.,.,.
Bicaranya membludak-bludak halilintar

Jadilah seperti air
Yang ikhlas menghidupi
Tapi jangan hidup seperti air
Yang hanya mengalir dan mengalir

Jadilah seperti mentari
Yang tak bosan menyinari
Membawa energi untuk menyemangati
Memberi petunjuk menerangi.
READ FULL ARTICLE - Tak Ada Judul

12.01.2008

Inilah Jalanku

Sahabat kini tlah tiba saatnya
Bagi kita tuk segera melangkah
Tunaikan sgala amanah
Tapi ku ragu tuk melangkah

Ku ingin mencari jalan lain
Jalan ini terlalu sulit ku lalui
Ku ingin mencari jalan lain

Jalan dimana ku tak perlu bersimbah keringat
Jalan dimana ku tak merasa kelelahan
Jalan dimana ku mendapat kesenangan

Ku ingin mencari jalan itu
Tapi ku tak mencari jalan itu
Ku takut semakin tersesat di jalan itu

Dan ku yakin,.,.,.,.
Tiada jalan lain yang lebih berharga
Dari jalan ini,.,.,.,.,.
READ FULL ARTICLE - Inilah Jalanku

Popular Posts