Pages

Subscribe:
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

7.09.2009

Alasan tidak jadi delete acount facebook part 2

Sahabat sekalian,Berapa banyak teman yang kita miliki di facebook?
Berapa banyak post yang masuk ke beranda kita setiap harinya?
Apa saja isi post tersebut?

Saudaraku sesama umat muslim, begitu banyak yang melihat kemudharatan dari situs bernama facebook ini, kenapa? karena di situs ini kita bisa temukan ribuan bahkan jutaan keluhan, masalah, bahkan aib dari para penggunanya. Setiap hari beranda kita akan dipenuhi oleh post2 dari teman2 kita di facebook yang isinya biasanya tentang keadaan mereka setiap harinya.

Tentunya isi dari post2 tersebut sangat bervariasi. Mulai dari hal2 yang membahagiakan, permasalahan yang sedang dihadapi, kesediahan, kebencian, dll. Yang sesungguhnya tanpa disadari terkadang justru membuka aib bagi diri si penulis atau orang2 yang dikenalnya.

Contoh, masalah dengan orang tua, masalah dengan sahabat, kemarahan pada seseorang, dan masih banyak lagi.

Lalu apakah kemudian kita mengatakan bahwa situs ini bermudharat?? Tunggu dulu, layaknya sebuah pisau yang bisa digunakan untuk membunuh, juga bisa digunakan untuk memasak dan kegiatan berguna lainnya. Lalu apa hubungannya dengan facebook.

Disinilah kita harus mempelajari karakter dari facebook ini. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan:

1) facebook memiliki fasilitas beranda yang akan menampilkan semua postingan dari teman2 kita.

2) selain posting yang berupa status, tulisan kita di wall teman kita pun akan bisa dilihat oleh semua teman kita.

hal ini tentunya akan sangat berpengaruh bagi penyebaran informasi (posting tersebut),
~misal kita menuliskan permasalahan keluarga kita di status kita, maka jika kita memiliki 500 orang teman, maka 500 orang tersebut akan mengetahui permasalahan keluarga kita, dikurangi yang tidak membaca.
~Dan tentunya juga memiliki potensi untuk menjadi fitnah, misal kita menulis, lagi sebel sama si anu.. maka akan menimbulkan banyak dugaan dari yang membaca, yang sayangnya tidak selalu baik (walaupun terkadang respon yang disampaikan juga bisa membantu untuk penyelesaian masalah)

Lalu, bagaimana mengubah hal tersebut??
mudah saja, yang perlu kita ubah adalah mindset kita, sebagaimana facebook bisa menjadi sarana penyebaran aib dan masalah, ia juga bisa digunakan sebagai sarana dakwah.

Bagaimana??

1) mulailah dari diri kita, gantikan kebiasaan2 lama kita yang suka membuka masalah2 kita dengan menuliskannya di status. Ganti dengan kebiasaan menulis hal2 yang bermanfaat, bisa dengan kutipan2 Al-Qur'an, Hadist, Ilmu pengetahuan, Kata2 Motivasi, dan banyak hal berguna lainnya.

2) hilangkan kebiasaan kita untuk meminta saran atau menuliskan pesan pribadi melalui wall, karena akan dilihat banyak orang, kecuali untuk diskusi yang bisa bermanfaat untuk banyak orang, walaupun menurut saya lebih efektif jika di buat di notes. Gantikan kebiasaan tersebut dengan yang lebih baik, masalah pribadi biarlah diurus secara pribadi, tak perlulah seluruh dunia tau tentang masalah kita,
kalau butuh saran? gunakan sarana private message kepada orang2 yg bisa dipercaya, itu lebih baik dan jauh dari fitnah.
kalau butuh saran banyak orang? tulis saja di forum yang memang sesuai untuk itu, Insya Allah lebih banyak membantu dibandingkan disebar secara tidak terkontrol

Terus apa enaknya dong kalau gitu?
Enaknya?? tentu saja bermanfaat untuk kita semua, bayangkan jika kita memiliki 300 teman, lalu setiap hari kita mengisi status kita dengan nasihat, Ilmu (Al-Qur'an, Hadist, dll), dan kata2 motivasi. maka setidak2nya kita bisa memberi tambahan ilmu, motivasi, dan inspirasi ke 300 orang teman kita.

Dan jika 300 orang teman kita juga melakukan hal yang sama, maka dalam sehari kita bisa mendapatkan Insya Allah 300 ilmu, wawasan, dan motivasi baru. bukankah itu lebih menyenangkan dibandingkan segudang tumpukan masalah dan hal2 yang tidak penting.

Jika semua itu kita lakukan, maka Insya Allah hari2 kita bisa dipenuhi semangat baru, dan Ilmu2 yang baru. Bahkan bukan tidak mungkin ketika kita memiliki masalah jawaban dari masalah tersebut ternyata ada di salah satu postingan teman2 kita yang bermanfaat.

So, tunggu apalagi? mulailah dari kita, mulai sekarang juga, jadikan facebook ini sebagai sarana dakwah untuk saling nasehat-menasehati dalam kebaikan.

mulailah posting kebaikan SEKARANG JUGA..!!!
READ FULL ARTICLE - Alasan tidak jadi delete acount facebook part 2

7.03.2009

Keraguan Delete Account Facebook part 1

Dahulu ane mengenal facebook dari salah seorang temen ane, ya sebagaimana sebuah ilmu so musti diamalkan. Oleh karena itu ane merelakan untuk mendaftarkan diri ke facebook. Mmmmmmm, Awalnya sih belum ada rasa untuk mendalami facebook, nah suatu ketika ane ngeliat tmen ane lagi chatingan di FB. Uihhhh pada saat itulah ane mulai tertarik kembali sehingga timbullah rasa untuk mempelajari lebih jauh menganai facebook.

Setelah beberapa bulan ane mendalami facebook, muncullah beberapa berita menganai facebook baik itu berita positif ataupun negatif. Dari hal-hal itulah timbul pada diri sebuah penasaran serta ingin mencari tahu lebih jauh latar belakang facebook dan juga pendirinya. Pada masa ini penasaran demi penasaran terus digali hingga ane memperoleh banyak informasi mengenai facebok dan juga pendirinya.

Timbullah rasa ragu yang makin hari makin menggebu, diantara dua pertanyaan "Jadi delete my account facebook atau tidak?". Bahkan sempat pula difatwakan bahwa facebook itu haram, sejak saat itulah ane memantapkan diri untuk delete my account facebook serta sempat pula ane ngajak tmen ane buat ngedelete accountnya tapi temen ane bersikukuh keras tidak mw ngedelete. Namun ane tidak langsung delete account ane, tapi satu bulan kemudian ane akan delete account ane setelah ane menyebarkan info-info mengenai facebook.

Karena dirasa sudah cukup dalam menyebarkan berita tersebut, ane tidak login facebook beberapa minggu. Dan keadaan pun berbalik, yang awalnya ingin delete account ekarang merasa ragu untuk mendelete account. Lanjut ke part 2

READ FULL ARTICLE - Keraguan Delete Account Facebook part 1

6.29.2009

1 Tamparan untuk 3 Pertanyaan

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri,kembali ke tanah air.

Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya.

Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kiyai.

Pemuda : Anda siapa Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?

Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.

Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kiyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.

Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan:

1.Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya

2.Apakah yang dinamakan takdir

3.Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.

Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya?

Kiyai : Saya tidak marah…Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.

Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.

Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.

Kiyai : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?

Pemuda : Ya!

Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!

Pemuda : Saya tidak bisa.

Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama…kita semua Merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

Kiyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?

Pemuda : Tidak.

Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?

Pemuda : Tidak.

Kiyai : Itulah yang dinamakan takdir.

Kiyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?

Pemuda : Kulit.

Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?

Pemuda : Kulit.

Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Sakit.

Kiyai : Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan.


Wasalam
Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu Wata’ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena
jika Allah Subhanahu wata’ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah
ilmu itu sebatas yang engkau mampu.
READ FULL ARTICLE - 1 Tamparan untuk 3 Pertanyaan

6.19.2009

Menjadikan Sabar dan Sholat Sebagai Penolong

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (Al-Baqarah: 45-46)
Ibnu Katsir menjelaskan satu prinsip dan kaidah dalam memahami Al-Qur’an berdasarkan ayat ini bahwa meskipun ayat ini bersifat khusus ditujukan kepada Bani Israel karena konteks ayat sebelum dan sesudahnya ditujukan kepada mereka, namun secara esensi bersifat umum ditujukan untuk mereka dan selain mereka. Bahkan setiap ayat Al-Qur’an, langsung atau tidak langsung sesungguhnya lebih diarahkan kepada orang-orang yang beriman, karena hanya mereka yang mau dan siap menerima pelajaran dan petunjuk apapun dari Kitabullah. Maka peristiwa yang diceritakan Allah Taala tentang Bani Israel, terkandung di dalamnya perintah agar orang-orang yang beriman mengambil pelajaran dari peristiwa yang dialami mereka. Begitulah kaidah dalam setiap ayat Al-Qur’an sehingga kita bisa mengambil bagian dari setiap ayat Allah swt. “Al-Ibratu Bi’umumil Lafzhi La Bikhusus sabab” (Yang harus dijadikan dasar pedoman dalam memahami Al-Qur’an adalah umumnya lafazh, bukan khususnya sebab atau peristiwa yang melatarbelakanginya”.Perintah dalam ayat di atas sekaligus merupakan solusi agar umat secara kolektif bisa mengatasi dengan baik segala kesulitan dan problematika yang datang silih berganti. Sehingga melalui ayat ini, Allah memerintahkan agar kita memohon pertolongan kepada-Nya dengan senantiasa mengedepankan sikap sabar dan menjaga shalat dengan istiqamah. Kedua hal ini merupakan sarana meminta tolong yang terbaik ketika menghadapi berbagai kesulitan. Rasulullah saw selaku uswah hasanah, telah memberi contoh yang konkrit dalam mengamalkan ayat ini. Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dijelaskan bahwa, “Sesungguhnya Rasulullah saw apabila menghadapi suatu persoalan, beliau segera mengerjakan shalat“.
Huzaifah bin Yaman menuturkan, “Pada malam berlangsungnya perang Ahzab, saya menemui Rasulullah saw, sementara beliau sedang shalat seraya menutup tubuhnya dengan jubah. Bila beliau menghadapi persoalan, maka beliau akan mengerjakan shalat“. Bahkan Ali bin Abi Thalib menuturkan keadaan Rasulullah saw pada perang Badar, “Pada malam berlangsungnya perang Badar, semua kami tertidur kecuali Rasulullah, beliau shalat dan berdo’a sampai pagi“.
Dalam riwayat Ibnu Jarir dijelaskan bagaimana pemahaman sekaligus pengamalan sahabat Rasulullah saw terhadap ayat ini. Diriwayatkan bahwa ketika Ibnu Abbas melakukan perjalanan, kemudian sampailah berita tentang kematian saudaranya Qatsum, ia langsung menghentikan kendaraanya dan segera mengerjakan shalat dua raka’at dengan melamakan duduk. Kemudian ia bangkit dan menuju kendaraannya sambil membaca, “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’“.
Secara khusus untuk orang-orang yang beriman, perintah menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong ditempatkan dalam rangkaian perintah dzikir dan syukur. “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepadaKu dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah swt senantiasa bersama dengan orang-orang yang sabar“. (Al-Baqarah: 152-153). Dalam kaitan dengan dzikir, menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong adalah dzikir. Siapa yang berdzikir atau mengingat Allah dengan sabar, maka Allah akan mengingatnya dengan rahmat.
Masih dalam konteks orang yang beriman, sikap sabar yang harus selalu diwujudkan adalah dalam rangka menjalankan perintah-perintah Allah Taala, karena beban berat yang ditanggungnya akan terasa ringan jika diiringi dengan sabar dan shalat. Ibnul Qayyim mengkategorikan sabar dalam rangka menjalankan perintah Allah Taala termasuk sabar yang paling tinggi nilainya dibandingkan dengan sabar dalam menghadapi musibah dan persoalan hidup.
Syekh Sa’id Hawa menjelaskan dalam tafsirnya, Asas fit Tafasir kenapa sabar dan shalat sangat tepat untuk dijadikan sarana meminta pertolongan kepada Allah Taala. Beliau mengungkapkan bahwa sabar dapat mendatangkan berbagai kebaikan, sedangkan shalat dapat mencegah dari berbagai perilaku keji dan munkar, disamping juga shalat dapat memberi ketenangan dan kedamaian hati. Keduanya (sabar dan shalat) digandengkan dalam kedua ayat tersebut dan tidak dipisahkan, karena sabar tidak sempurna tanpa shalat, demikian juga shalat tidak sempurna tanpa diiringi dengan kesabaran. Mengerjakan shalat dengan sempurna menuntut kesabaran dan kesabaran dapat terlihat dalam shalat seseorang.
Lebih rinci, syekh Sa’id Hawa menjelaskan sarana lain yang terkait dengan sabar dan shalat yang bisa dijadikan penolong. Puasa termasuk ke dalam perintah meminta tolong dengan kesabaran karena puasa adalah separuh dari kesabaran. Sedangkan membaca Al-Fatihah dan doa termasuk ke dalam perintah untuk meminta tolong dengan shalat karena Al-Fatihah itu merupakan bagian dari shalat, begitu juga dengan do’a.
Memohon pertolongan hanya kepada Allah merupakan ikrar yang selalu kita lafadzkan dalam setiap shalat kita, “Hanya kepada-Mu-lah kami menyembah dan hanya kepadaMulah kami mohon pertolongan“. Agar permohonan kita diterima oleh Allah, tentu harus mengikuti tuntunan dan petunjuk-Nya. Salah satu dari petunjuk-Nya dalam memohon pertolongan adalah dengan sentiasa bersikap sabar dan memperkuat hubungan yang baik dengan-Nya dengan menjaga shalat yang berkualitas. Disinilah shalat merupakan cerminan dari penghambaan kita yang tulus kepada Allah.
Esensi sabar menurut Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dapat dilihat dari dua hal: Pertama, sabar karena Allah atas apa yang disenangi-Nya, meskipun terasa berat bagi jiwa dan raga. Kedua, sabar karena Allah atas apa yang dibenci-Nya, walaupun hal itu bertentangan keinginan hawa nafsu. Siapa yang bersikap seperti ini, maka ia termasuk orang yang sabar yang Insya Allah akan mendapat tempat terhormat.
Betapa kita sangat membutuhkan limpahan pertolongan Allah dalam setiap aktivitas dan persoalan kehidupan kita. Adalah sangat tepat jika secara bersama-sama kita bisa mengamalkan petunjuk Allah dalam ayat di atas agar permohonan kita untuk mendapatkan pertolongan-Nya segera terealisir. Amin
- Tebarkan sLm & jadikn hari ini lbh baik drpd hari kmrn -
READ FULL ARTICLE - Menjadikan Sabar dan Sholat Sebagai Penolong

5.21.2009

HATI-HATI...!!! Teroris Rekrut Mata-mata Lewat Facebook


Wahhh peringatan kembali ni bagi para facebook mania, banyak rumor yang telah beredar mengenai facebook. Entah itu rumor negatif maupun rumor positif. Mari berpikir jernih dari berbagai sisi.
Baru baru ini telah di kabarkan ada sekelompok teroris di facebook. Mereka meminta menyediakan informasi-informasi seperti fasilitas keamanan Israel.
Menurut Shin Bet, kelompok teroris tersebut memanfaatkan data-data pribadi yang tercantum di profil Facebook seperti alamat rumah, nomor telepon, dan alamat e-mail untuk mengetahui keberadaan orang Israel yang menjadi sasaran untuk dihubungi. Kemudian mereka akan menawarkan uang sebagai imbalan atas informasi-informasi tersebut.

Untuk itu, Shin Bet memperingatkan bahaya yang membayangi orang Israel jika bersedia bertemu pihak yang mengaku orang Lebanon tersebut di luar negeri. Resikonya, mereka bisa saja diculik oleh kelompok teroris seperti Hizbullah.

Sebelumnya, pada 2001, seorang anak Israel berusia 16 tahun bernama Ofir Rahum dibunuh oleh teroris Fatah. Sebelumnya, ia bersedia datang ke Ramallah karena dibujuk wanita Palestina yang mengaku sebagai turis di Internet.(IRN/Jerusalem Post)
READ FULL ARTICLE - HATI-HATI...!!! Teroris Rekrut Mata-mata Lewat Facebook

Popular Posts