Pages

Subscribe:
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

1.15.2011

Cintailah Sewajarnya

Setelah dilantik menjadi khalifah, Umar bin Abdul Aziz meminta nasihat kepada para Ulama, Salim bin Abdullah menasehatinya, "Wahai, Khalifah ! Jadikan seluruh rakyat sebagai ayah, saudara, dan anakmu. Berbaktilah kepada ayahmu, Peliharalah hubungan baik dengan saudara-saudaramu, dan Sayangilah anakmu."

Ulama lain, Muhammad bin Ka'ab, menasehati, "Wahai, Khalifah, cintailah orang lain sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri, dan bencilah sesuatu untuk orang lain sebagaimana engkau membenci sesuatu untuk dirimu sendiri."

Hasan al_Bashri menasehati, "Demi Allah, aku telah bergaul dengan banyak orang yang sedap dipandang oleh mata dan tutur katanya menyentuh hati. Ucapan mereka adalah penawar bagi apa yang ada didalam dada. Memelihara diri dengan yang halal lebih mereka utamakan daripada menjaga diri dari yang haram. Perhatian mereka terhadap shalat sunat lebih besar daripada perhatian kita terhadap shalat fardhu. Mereka menutupi kebaikan-kebaikan mereka sebagaimana kita menutupi keburukan-keburukan kita. Mereka menangis jika berbuat kebaikan sedangkan kita tertawa jika berbuat kesalahan." Khalifah mendengarkan semua nasihat ini sambil menutupi wajahnya dan menangis tersedu-sedu.


artikel lain


Cintailah Sewajarnya Biar ga Sakit Mendalam
Amien segala Puji hanya milik-Nya,pemilik Cinta yang Hakiki,Cinta yang ndah dan selalu membuahkan Berkah...
''Dhan piye ta karepe?''tanya Neng seksi
''Walah lha karepe opo ta mbak???weleh paling masalah ojob iya ta???''jawab saya lewat ponsel
''Hiks..hiks....ojobku ninggal aku maneh dhan,iki kebacut tenan,aku ra ngerti kok jebul pas.....saiki minggat ora pamit yo ra kirim kabar''desahnya dengan suara lirih
''mamulo...ojo sering ojob-ojoban,lha duwe JIMAT iki kudu ngrumaosi lan saget njaga JIMAT barang siji di rumat tenan ngunu loh neng,lha terus....lha ape diterusne kok pean nangis ya wes di tutukne lehmu nangis..''
''Pean iki njaluk di ajar kok Dhan!!!!!"bentak neng seksi
''Elloh.....ok wes aku njaluk di ajar berarti pean kurang belAJAR nek ojob-ojoban he..he..''
''Gusti Kanjeng Nabi sampun ngendiko neng,menawi tresno ojo kebacut lantaran mengko bisa dadi ala yen ra saget  ngrumat,sebalik'e yen ora seneng ojo kebacut mundak sopo ngerti kuwi apik kanggo pean''jawab saya
''kumat ndalil ta bu Nyai dhana....bahasamu bahasa jawa opo kuwi ra ngeri blas ngomongo seng jelas dhan,mangkel atiku iki''gertak neng seksi
''Baiklah,Sabda Nabi,cintailah sesuatu ala kadarnya,karena bisa saja dia menjadi musuh bagimu,dan bencilah sesuatu dengan ala kadarnya karena bisa saja menjadi yang kamu senangi''penjelasan saya padanya
''ouw yo iyo dhan bener,pinter pean iki,syukur nduwe adik pesek,pinter,tenar,wes seratus persen siip,pinter njogo ojob pisan wakakakkkk,yo wes pamit disek ono opo-opo ta caling ya Dhan...tocesay pay-pay...''sahutnya
''weleh bar matur aku kurang ajar,saiki ngelem ngunu kuwi,tapi ojo di katutne pesek-e kuwi lah hiks..hiks...tapi dasare pesek ra popo wes he.he..''jawabku dalam hati
READ FULL ARTICLE - Cintailah Sewajarnya

Ampuni aku ya Allah

Ampuni aku ya Allah, Ampuni aku..
Fitrah hati ini terlalu berat untuk kubuang..
Tapi terus-terusan aku gagahkan..
Demi menggapai cintaMu Yang Esa..

Bantulah aku Tuhan
Jika rinduku ini dari syaitan..
Dan kuminta ia dilenyapkan..
Andai kasihku berlandaskan nafsu..
Kumohon matikanlah rasa cinta yang belum tentu jadi milikku..
Untuk menenggelamkan kapal cinta manusia..
Walau ia segagah bahtera 'Titanic'..
Tetapku pinta ia karam..
Jika belayar ia di lautan dosa..
READ FULL ARTICLE - Ampuni aku ya Allah

Dalil-dalil tantang Nikah

Terinspirasi dari seorang teman, akhinya aku mencari dan mencari. Dan berikut yang aku dapatkan :

“Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR. Abu Sa’id)

“Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)” (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Ar-Ruum 21)
 
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (An Nuur 32)

nah ada yg bilang, klo kita sendiri (belum menikah) maka rejekinya satu. klo udah menikah maka rejekinya dua yaitu satu rejeki untuk kita sendirri dan yang satunya rejeki untuk suami/istri kita yang dititipkan kpd kita. Nah klo udah punya anak maka rejekinya jd tiga, yaitu satu rejeki untuk kita sendirri , satunya rejeki untuk suami/istri kita yang dititipkan kpd kita dan satu lagi rejeki anak yg dititipkan kpd kita.

“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah” (Adz Dzariyaat 49)
“Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (Al-Isra 32)
“Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang, kemudian darinya Dia menciptakan istrinya, agar menjadi cocok dan tenteram kepadanya” (Al-A’raf 189)

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (An-Nur 26)

  “Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan” ( An Nisaa : 4)

 “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku” (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)
“Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah” (HR. Tirmidzi)

 “Janganlah seorang laki-laki berdua-duan (khalwat) dengan seorang perempuan, karena pihak ketiga adalah syaithan” (Al Hadits)
 
“Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya” (HR. Bukhori-Muslim)

 “Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat, sebab syaithan menemaninya. Janganlah salah seorang di antara kita berkhalwat, kecuali wanita itu disertai mahramnya” (HR. Imam Bukhari dan Iman Muslim dari Abdullah Ibnu Abbas ra).

 “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya, karena sesungguhnya yang ketiga adalah syetan” (Al Hadits)

 “Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan hidup adalah istri yang sholihah” (HR. Muslim)

“Jika datang (melamar) kepadamu orang yang engkau senangi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan putrimu). Jika kamu tidak menerima (lamaran)-nya niscaya terjadi malapetaka di bumi dan kerusakan yang luas” (H.R. At-Turmidzi)

 “Barang siapa yang diberi istri yang sholihah oleh Allah, berarti telah ditolong oleh-Nya pada separuh agamanya. Oleh karena itu, hendaknya ia bertaqwa pada separuh yang lain” (Al Hadits)

 “Jadilah istri yang terbaik. Sebaik-baiknya istri, apabila dipandang suaminya menyenangkan, bila diperintah ia taat, bila suami tidak ada, ia jaga harta suaminya dan ia jaga kehormatan dirinya” (Al Hadits)

 “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)
 
“Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud)


“Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak” (HR. Abu Dawud)

 “Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain” (HR. Abdurrazak dan Baihaqi)

 “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari)

 “Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang” (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani)


“Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat” (HR. Ibnu Majah,dhaif)

 “Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka” (Al Hadits)

 “Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya” (HR. Thabrani)
 
“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama” (HR. Ibnu Majah)
 
“Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

“Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih)

 “Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya.” (HR. Ashhabus Sunan)

 “Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)” (HR. Ahmad)
 
“Dari Anas, dia berkata : ” Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya” (Ditakhrij dari An Nasa’i)
 
“Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing.” (HR. Bukhari dan Muslim)
READ FULL ARTICLE - Dalil-dalil tantang Nikah

Ingat.......Tidak Ya ?

dsaat u ingin mlepas sSeoRg iNgatLh pd saat u inGn mdPatknnya....
dsaat u mlae tdk McintAinya inGtlah u pd saat pTAma kLi jTuh ciNta pdanYa....
dSaat u mlae bosan DengAnnya iNGatlah Slalu saat terindah bsamanya...
dsaat u inGin mduakannya bYangkan jika ia slLu sTia...
dSaat u mBohoNginya inGatLah disaat ia jujur padamu...
MakA u AKan mRasakan Arti dia untukmu...
jGan sampai disaat ia Sudah Tidak disisimU...
kMu bRu myAdri dia beRArti untukmu...
READ FULL ARTICLE - Ingat.......Tidak Ya ?

Cara Melupakan Sang Mantan

Berakhirnya sebuah hubungan asmara sering menimbulkan rasa sedih yang mendalam. Mungkin beberapa dari Anda sedang mengalaminya dan hampir setiap hari menangis.

Tidak ada yang salah dengan menangis. Tapi Anda perlu keluar dari zona keterpurukan untuk kembali bersemangat menjalani hidup.

Untuk bisa kembali bahagia, Anda perlu melupakan si dia. Tips yang dikutip dari woman articles berikut dapat menjadi acuan Anda untuk bisa melupakan mantan kekasih.

Sulit melupakan mantan kekasih merupakan salah satu masalah putus cinta. Nah, ternyata ada 4 cara cepat untuk membantu melupakannya.

1. Berhenti membandingkan Jika Anda masih membandingkan mantan Anda dengan pria-pria lain, maka peluang Anda untuk melupakannya atau mendapatkan kekasih baru akan sulit. Anda perlu belajar membuka diri dan cari sisi yang berbeda dari pria lainya.

2. Berhenti bernostalgia Apakah Anda ingin menghabiskan sisa hidup Anda untuk menangisi mantan kekasih? Tentunya Anda menginginkan kehidupan yang lebih baik. Untuk itu segeralah bangkit dari keterpurakan dengan tidak mengingat-ngingatnya lagi. Cara sederhana untuk melupakannya adalah dengan menyingkirkan atau membuang barang kenangan Anda bersama mantan. Selain itu, hindari tempat-tempat favorit Anda dan mantan selama beberapa waktu. Cara tersebut cukup efektif untuk membantu Anda melupakan mantan.

3. Hindari untuk menghubunginya Walaupun Anda rindu terhadap mantan kekasih Anda dan sangat ingin meneleponnya, namun jangan pernah untuk kembali meneleponnya. Kuatkan diri Anda untuk tidak meneleponnya dan latih lah cara ini setiap harinya. Anggap saja jika seharian Anda tidak meneleponnya, Anda telah memenangkan sebuah kompetisi. Tak ada salahnya juga bila memberi hadiah pada diri sendiri denngan  Berbelanja dan Memanjakan Diri Bagi banyak wanita kegiatan shopping atau berbelanja meruapakan sebuah obat penyembuh luka hati. Walaupun risikonya anggaran bulanan Anda membengkak, namun dengan berbelanja Anda bisa lebih bahagia.

Jika Anda sedang tak ingin belanja, manjakan diri dengan pergi ke salon/spa. Lakukan perawatan diri sepuasnya. Kegiatan ini cukup efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri. Setelah selesai melakukan perawatan biasanya wanita merasa lebih cantik dan percaya diri.

4. Bergaul Pergi dengan teman-teman merupakan cara yang cukup efektif untuk melupakan mantan kekasih. Kalau perlu cari lingkungan pergaulan baru dengan mengikuti berbagai kegiatan baru seperti les atau kegiatan sosial. Semakin banyak pengalihan perhatian, semakin sedikit waktu Anda untuk mengingatnya. Malah, siapa tahu Anda bisa segera menemukan penggantinya.
READ FULL ARTICLE - Cara Melupakan Sang Mantan

Popular Posts